liburan di pantai sundak Yogyakarta.

liburan beberapa bulan kemaren bersama para sahabat sangat tak terlupaklan banyak hal yang dilalui bersama.banyak kecerian juga yang terjadi saat liburan itu.. liburan di jogja tepatny di pantai gunung kidul. komlek pantai yang indah dari pasir putih hingga pasir hitam ada di sana.

Pantai sundak yang menjadi obyek utama dalam perjalan kami,karena pantainya paling indah viewnya...penasaran bagai mana penampakan pantainya liat saja di slide show foto yang ada di bawah ini.


Liburan Ranger Slideshow: Bagus’s trip from Kediri, Jawa, Indonesia to Yogyakarta was created by TripAdvisor. See another Yogyakarta slideshow. Take your travel photos and make a slideshow for free.
 

Metode Penugasan 6A Pendidikan Matematika


1.        DESKRIPSI EKSPERIMEN
Kebutuhan masyarakat di Indonesia begitu banyak macamnya, mulai dari kebutuhan primer, sekunder dan tersier. Kebutuhan primer merupakan kebutuhan yang paling pokok yang harus dipenuhi, misalnya pangan, papan dan sandang. Sedangkan kebutuhan sekunder adalah kebutuhan yang harus dipenuhi setelah kebutuhan primer, misalnya pendidikan. Dan yang terakhir adalah kebutuhan tersier atau pelengkap.
Pada saat ini mayoritas dari masyarakat Indonesia sudah mampu memenuhi kebutuhan primer maupun sekunder, bahkan tersier. Selain untuk memenuhi kebutuhan hidup, kebutuhan sekunder  juga mampu membuat konsumen merasakan kepuasan tersendiri. Mereka mampu mengeluarkan biaya yang banyak bahkan banyak pula masyarakat yang mengesampingkan kebutuhan primer hanya untuk memenuhi kebutuhan sekunder mewah yang begitu menguras biaya. Mereka melakukan itu dengan alasan kedudukan sosial terutama untuk kalangan menengah ke atas. Padahal dengan biaya yang rendah mereka sebenarnya sudah mampu memiliki barang-barang sekunder.  Dari celah inilah, banyak masyarakat yang memanfaatkan untuk menambah pendapatan atau keuntungan yang lebih meskipun dengan modal yang cukup besar.  Selain faktor modal yang besar ada faktor lain yang berpengaruh, yaitu faktor pendistribusian barang. Produsen harus bisa meminimalisasikan biaya distribusi guna menambah keuntungan. Pada alokasi produk tersebut harus diatur sedemikian rupa karena terdapat perbedaan biaya-biaya alokasi dari satu sumber ke tempat-tempat tujuan berbeda.  Namun pada nyatanya banyak produsen yang tidak memikirkan mengenai biaya distribusi. Dari permasalahan inilah kita akan mencoba memberikan solusi penyelesaiannya dengan menggunakan Metode Penugasan. Salah satu metode yang digunakan untuk penugasan adalah Metode Hungarian. Pada Metode Hungarian, jumlah sumber-sumber yang digunakan harus ditugaskan hanya untuk satu tugas. Jadi, masalah penugasan akan mencakup sejumlah n sumber yang mempunyai n tugas, sehingga ada n! kemungkinan.
Berdasarkan hal tersebut, kami memilih untuk melakukan penelitian yang berhubungan dengan kebutuhan sekunder, yaitu usaha mebel PK. MARGA JATI yang beralamat di Jalan Perwirasari no 14-16 Rejomulyo -Madiun. Usaha mebeler ini didirikan oleh Bapak Miskun yang juga berprofesi sebagai pegawai di Perhutani. Bapak Miskun memilih usaha mebeler ini bertujuan untuk membuka lapangan kerja bagi warga sekitar yang masih belum memiliki pekerjaan dan juga mempunyai keahlian dibidang mebel. sehingga hal tersebut menjadi salah satu latar belakang berdirinya PK. MARGA JATI. Bapak Miskun juga berfikir bahwa usaha mebeler ini cukup menjanjikan dan ke depannya pasti akan memberikan prospek yang bagus karena konsumennya untuk rumah tangga.
Usaha mebeler bapak Miskun ini sudah banyak jenisnya, antara lain kursi, almari, buffet, kusen dan dipan (tempat tidur). Mebel ini didistribusikan ke skala nasional khususnya daeraha Surabaya dan malang. PK. MARGA JATI didirikan oleh bapak Miskun sejak tahun 1990, dan sekarang usahanya di teruskan oleh anaknya yang bernama Titis Yudi Kuntarto sampe sekarang. dan sudah dapat membuahkan keuntungan yang besar. Namun Titis Yudi Kuntarto masih ingin mengembangkan usaha yang didirikan bapak Miskun ini. Berdasarkan hal tersebut, kami ingin melakukan penelitian agar usaha bapak Titis Yudi Kuntarto ini dapat menghasilkan keuntungan yang maksimal dengan biaya distribusi yang minim.


2.        PENGAMATAN
Kegiatan penelitian kami lakukan pada tanggal 11 Juni 2012. Data yang kami peroleh berasal dari pengamatan langsung yang berhubungan dengan kegiatan usaha mebeler PK. MARGA JATI. Kami juga melakukan wawancara dengan pihak yang terkait dengan cara mengadakan tanya jawab langsung mengenai permasalahan yang dibahas guna mempelajari informasi yang dapat menunjang penelitian.
Selain menggunakan data dari objek penelitian secara langsung, kami juga mengambil data dari sumber-sumber diluar objek penelitian yaitu melalui literatur yang ada dan relevan dengan pokok pembahasan dan bahan-bahan yang pernah diterima selama kuliah dengan masalah yang dibahas. Dengan cara pengamatan dan wawancara, kami memperoleh data mengenai jenis-jenis mebel yang diproduksi, bahan-bahan dan alat-alat apa saja yang digunakan dan kebutuhan barang yang dibutuhkan .
Usaha mebeler PK. MARGA JATI ini dimulai sejak September 1990, pemiliknya bernama bapak Titis Yudi Kuntarto yang beralamat di Jalan Perwirasari no 14-16 Rejomulyo -Madiun. Dalam memproduksi mebel, bapak Titis Yudi Kuntarto dari tahun ke tahun mengalami pasang surut, di tahun-tahun sebelumnya pernah karyawannya berjumlah 8 orang. Dalam dunia berwirausaha sudah menjadi hal biasa jika mengalami pasang surut, itulah yang dinamakan rintangan dalam meraih kesuksesan. Tergantung bagaimana kita menanggapinya.
Dari 8 karyawan tersebut, 1 karyawan ditugaskan/ mendapat bagian memotong kayu, 1 karyawan ditugaskan/ mendapat bagian memasang merakit / merangkai, dan sisanya ditugaskan finishing dari beberapa model mebel permintaan pelanggan. Karyawan-karyawan yang ditugaskan/mendapat bagian merangkai, mereka merangkai semua jenis model mebel.

Kedelapan karyawan tersebut adalah:
1.      Yakub
2.      Jie
3.      Pardi
4.      Endro
5.      Wira
6.      Martono
7.      Siswanto
8.      Daryanto
Macam-macam model mebel tersebut, diantaranya:
1.      Kursi
2.      Meja
3.      Jendela
4.      Kusen
5.      Pintu
6.      Almari
7.      Dipan
8.      Bupet
Disini peneliti akan mencoba meneliti pengrajin yang cocok untuk ditugaskan atau dihadapkan satu model dari beberapa model yang ada sesuai waktu yang tercepat yang dibutuhkan dalam menyelesaiakn satu model mebel tersebut. Disini masing-masing pengrajin akan mendapat bagiannya sendiri-sendiri sesuai kecepatan waktu. Metode yang kami gunakan adalah metode penugasan yang sudah dijelaskan sebelumnya. Metode ini sangat cocok digunakan dalam permasalan ini


3.        LAPORAN DATA
Pengumpulan data dilakukan bersamaan dengan pengamatan. Teknik pengumpulan data adalah wawancara dengan mendatangi langsung ke tempat kerja. Data yang kami peroleh adalah sebagai berikut:
Pemimpin “PK. MARGA JATI
Nama                 : Titis Yudi Kuntarto
Alamat               : Jln. Perwirasari  No.14-16 Madiun
Karena keterbatasan kamampuan kami, peneliti hanya mengambil 6 pengrajin dari 8 pengrajin dan 6 model mebel dari beberapa model pakaian yang ada, yaitu sebagai berikut:
1.      Nama           : Yakub
Alamat         : Ponorogo
Pekerjaan     : Swasta

2.      Nama           : Jie
Alamat         : Kediri
Pekerjaan     : swasta
3.      Nama           : Pardi
Alamat         : Kab. Madiun
Pekerjaan     : Petani
4.      Nama           : Endro
Alamat         : Kab. Madiun
Pekerjaan     : Swasta
5.      Nama           : Wira
Alamat         : Madiun
Pekerjaan     : -
6.      Nama           : Martono
Alamat         : Madiun
Pekerjaan     : -
Enam model pakaian yang kami ambil adalah sebagai berikut:
1.      Kursi
2.      Meja
3.      Jendela
4.      Kusen
5.      Pintu
6.      Almari



Dari hasil wawancara kami peroleh data sebagai berikut:

Kursi
Meja
Kusen
Jendela
Almari
Pintu
Yakub
1.5
2.5
7.5
3.5
5.5
3
Jie
1.5
2
6
3
4.5
2.5
Pardi
1.5
3
0
0
0
0
Endro
1
3
8
3
7
3.5
Wira
1.5
3
0
4
0
3.5
Martono
1
2.5
8
3
7
2.5

4.     ANALISIS DATA
Setelah melakukan pengamatan, dan data yang peneliti butuhkan sudah terkumpul dan cukup membantu penelitian kami, maka tahap selanjutnya adalah menganalisis dari data yang ada. Disini masalahnya adalah bagaimana menugaskan keenam karyawan/penjahit untuk menyelesaikan keenam pekerjaan agar total waktu yang dibutuhkan minimum.
Adapun lengkah-langkah penyelesaian dengan menggunakan metode penugasan adalah sebagai berikut:
1.      Menyusun tabel
2.      Malakukan pengurangan baris, dengan cara:
3.      Memilih biaya terkecil setiap baris
4.      Kurangkan semua biaya dengan biaya terkecil setiap baris
5.      Sehingga menghasilkan reduced cost matrix/ matrik biaya yang telah dikurangi.

                                                       
Tabel data

Kursi
Meja
Kusen
Jendela
Almari
Pintu
Yakub
1.5
2.5
7.5
3.5
5.5
3
Jie
1.5
2
6
3
4.5
2.5
Pardi
1.5
3
0
0
0
0
Endro
1
3
8
3
7
3.5
Wira
1.5
3
0
4
0
3.5
Martono
1
2.5
8
3
7
2.5


Kursi
Meja
Kusen
Jendela
Almari
Pintu
Yakub
1.5-1.5=0
2.5-1.5=1
7.5-1.5=6
3.5-1.5=2
5.5-1.5=4
3-1.5=1.5
Jie
1.5-1.5=0
2-1.5=0.5
6-1.5=4.5
3-1.5=1.5
4.5-1.5=3
2.5-1.5=1
Pardi
1.5-0=1.5
3-0=3
0
0
0
0
Endro
1-1=0
3-1=2
8-1=7
3-1=2
7-1=6
3.5-1=2.5
Wira
1.5-0=1.5
3-0=3
0
4-0=4
0
3.5-0=3.5
Martono
1-1=0
2.5-1=1.5
8-1=7
3-1=2
7-1=6
2.5-1=1.5
Melakukan pengurangan kolom.
Berdasarkan hasil tabel langkah 2, pilih biaya terkecil setiap kolom untuk mengurangi seluruh biaya dalam kolom-kolom tersebut. Pada data diatas hanya dilakukan pada kolom II karena semua kolom lainnya telah mempunyai elemen yang bernilai nol (0). Jika langkah kedua telah menghasilkan paling sedikit satu nol pada setiap kolom, maka langkah ketiga dapat dihilangkan. Berikut matrix total opportunity cost, dimana setiap baris dan kolom terdapat paling sedikit satu nilai nol.





Tabel total opportunity cost matrix

Kursi
Meja
Kusen
Jendela
Almari
Pintu
Yakub
0
1-0.5=0.5
6
2
4
1.5
Jie
0
0.5-0.5=0
4.5
1.5
3
1
Pardi
1.5
3-0.5=2.5
0
0
0
0
Endro
0
2-0.5=1.5
7
2
6
2.5
Wira
1.5
3-0.5=2.5
0
4
0
3.5
Martono
0
1.5-0.5=1
7
2
6
1.5
Membentuk penugasan optimum
Prosedur praktis untuk melakukan test optimasi adalah dengan menarik sejumlah meninimum garis horozontal dan/atau vertikal untuk meliputi seluruh elemen bernilai nol dalam total opportunity cost matrix.

Kursi
Meja
Kusen
Jendela
Almari
Pintu
Yakub
0
0.5
6
2
4
1.5
Jie
0
0
4.5
1.5
3
1
Pardi
1.5
2.5
0
0
0
0
Endro
0
1.5
7
2
6
2.5
Wira
1.5
2.5
0
4
0
3.5
Martono
0
1
7
2
6
1.5
Melakukan revisi tabel           
Untuk merevisi total opportunity cost, pilih angka terkecil yang tidak terliput (dilewati) garis pada data diatas adalah 0,5.
Kurangkan angka yang tidak dilewati garis dengan angka terkecil yaitu 0,5.
Tambahkan angka yang terdapat pada persilangan garis dengan angka terkecil(0,5).
Kembali kelangkah 4 revised matrix:

Kursi
Meja
Kusen
Jendela
Almari
Pintu
Yakub
0.5
0
5.5
1.5
3.5
1
Jie
0.5
0
4
1.5
2.5
1
Pardi
2.5
2.5
0
0
0
0
Endro
0
0.5
6.5
1.5
5.5
2
Wira
2.5
2.5
0
4
0
3.5
Martono
0
0
6.5
1.5
5.5
0.5
Bila belum optimal ulangi langkah 4 sampai hasilnya optimal

Kursi
Meja
Kusen
Jendela
Almari
Pintu
Yakub
0.5
0
5.5
1.5
3.5
1
Jie
0.5
0
4
1
2.5
0.5
Pardi
2.5
2.5
0
0
0
0
Endro
0
0.5
6
1
5
1.5
Wira
2.5
2.5
0
4
0
3.5
Martono
0
0
6
1
5
0.5


Kursi
Meja
Kusen
Jendela
Almari
Pintu
Yakub
0
0
5
1
3
0.5
Jie
0
0
3.5
0.5
2
0
Pardi
2.5
3
0
0
0
0
Endro
0
0.5
5.5
0.5
4.5
1
Wira
2.5
3
0
4
0
3.5
Martono
0
0.5
6
1
5
0.5
Tidak ada keberlanjutan analisa
Karena ada karyawan yang tidak Membuat beberapa model mebel, ternyata ini menjadi masalah dalam penganalisisan data. Karena keterbatasan peneliti dalam mengolah/menganalisis data, maka peneliti putuskan untuk mengambil 4 pengrajin dan 4 model mebel. Peneliti memilih pengrajin yang membuat mebel keempat model mebel yang dipilih. Datanya adalah sebagai berikut:



Kursi
Kusen
Pintu
Almari
Yakub
1.5
7.5
3
5.5
Jie
1.5
6
2.5
4.5
Endro
1
8
3.5
7
Martono
1
8
2.5
7


Kursi
Kusen
Pintu
Almari
Yakub
1.5-1,5=0
7.5-1,5=6
3-1,5=1,5
5.5-1,5=4
Jie
1.5-1,5=0
6-1,5=4,5
2.5-1,5=1
4.5-1,5=3
Endro
1-1=0
8-1=7
3.5-1=2,5
7-1=6
Martono
1-1=0
8-1=7
2.5-1=1,5
7-1=6
Melakukan pengurangan kolom.
Berdasarkan hasil tabel langkah 2, pilih biaya terkecil setiap kolom untuk mengurangi seluruh biaya dalam kolom-kolom tersebut. Pada data diatas dilakukan pada kolom II, kolom III, dan kolom IV karena kolom ini belum mempunyai elemen yang bernilai nol (0). Jika langkah kedua telah menghasilkan paling sedikit satu nol pada setiap kolom, maka langkah ketiga dapat dihilangkan. Berikut matrix total opportunity cost, dimana setiap baris dan kolom terdapat paling sedikit satu nilai nol.



Tabel total opportunity cost matrix

Kursi
Kusen
Pintu
Almari
Yakub
0
6-4,5=1,5
1,5-1=0,5
4-3=1
Jie
0
4,5-4,5=0
1-1=0
3-3=0
Endro
0
7-4,5=2,5
2,5-1=1,5
6-3=3
Martono
0
7-4,5=2,5
1,5-1=0,5
6-3=3
Membentuk penugasan optimum
Prosedur praktis untuk melakukan test optimasi adalah dengan menarik sejumlah meninimum garis horozontal dan/atau vertikal untuk meliputi seluruh elemen bernilai nol dalam total opportunity cost matrix

Kursi
Kusen
Pintu
Almari
Yakub
0
1.5
0.5
1
Jie
0
0
0
0
Endro
0
2.5
1.5
3
Martono
0
2.5
0.5
3



Melakukan revisi tabel           
Untuk merevisi total opportunity cost, pilih angka terkecil yang tidak terliput (dilewati) garis pada data diatas adalah 0,5.
Kurangkan angka yang tidak dilewati garis dengan angka terkecil yaitu 0,5.
Tambahkan angka yang terdapat pada persilangan garis dengan angka terkecil(0,5).



Kursi
Kusen
Pintu
Almari
Yakub
0
1
0
0,5
Jie
0,5
0
0
0
Endro
0
2
1
2,5
Martono
0
2
0
2,5
Kembali ke langkah 4
Revised matrix:

Kursi
Kusen
Pintu
Almari
Yakub
1
1
0
0.5
Jie
1.5
0
0
0
Endro
0
1
0
1.5
Martono
1
2
0
2.5


Kursi
Kusen
Pintu
Almari
Yakub
0.5
0.5
0
0
Jie
1.5
0
0.5
0
Endro
0
1
0.5
1.5
Martono
0.5
1.5
0
2

Berikut tabel penugasannya dihubungkan dengan Assigment Problem:


Kursi
Kusen
Pintu
Almari
Yakub
1.5
7.5
3
5.5
Jie
1.5
6
2.5
4.5
Endro
1
8
3.5
7
Martono
1
8
2.5
7

Penugasan
Waktu
Yakub                         Kursi                   
Jie                               Kusen
Endro                          Pintu
Martono                      Almari
5,5
6
1
2,5

15


5.        KESIMPULAN PENELITIAN
Dari analisis data diatas, dapat kita lihat bahwa hasil penelitian terhadap PK. MARGA JATI terdapat 4 pengrajin dengan hasil mebel yang terbaik. Jadi dari penelitian di atas di dapatkan pengrajin mana yang lebih cocok untuk mengerjakan mebel model tertentu. Hal ini berguna untuk memaksimalkan pengerjaan untuk menghasilkan keuntungan yang maksimal pula.




.
LAMPIRAN