1.
DESKRIPSI EKSPERIMEN
Kebutuhan
masyarakat di Indonesia begitu banyak macamnya, mulai dari kebutuhan primer,
sekunder dan tersier. Kebutuhan primer merupakan kebutuhan yang paling pokok
yang harus dipenuhi, misalnya pangan, papan dan sandang. Sedangkan kebutuhan
sekunder adalah kebutuhan yang harus dipenuhi setelah kebutuhan primer,
misalnya pendidikan. Dan yang terakhir adalah kebutuhan tersier atau pelengkap.
Pada saat ini
mayoritas dari masyarakat Indonesia sudah mampu memenuhi kebutuhan primer
maupun sekunder, bahkan tersier. Selain untuk memenuhi kebutuhan hidup,
kebutuhan sekunder juga mampu membuat
konsumen merasakan kepuasan tersendiri. Mereka mampu mengeluarkan biaya yang
banyak bahkan banyak pula masyarakat yang mengesampingkan kebutuhan primer
hanya untuk memenuhi kebutuhan sekunder mewah yang begitu menguras biaya.
Mereka melakukan itu dengan alasan kedudukan sosial terutama untuk kalangan
menengah ke atas. Padahal dengan biaya yang rendah mereka sebenarnya sudah
mampu memiliki barang-barang sekunder.
Dari celah inilah, banyak masyarakat yang memanfaatkan untuk menambah
pendapatan atau keuntungan yang lebih meskipun dengan modal yang cukup
besar. Selain faktor modal yang besar
ada faktor lain yang berpengaruh, yaitu faktor pendistribusian barang. Produsen
harus bisa meminimalisasikan biaya distribusi guna menambah keuntungan. Pada
alokasi produk tersebut harus diatur sedemikian rupa karena terdapat perbedaan
biaya-biaya alokasi dari satu sumber ke tempat-tempat tujuan berbeda. Namun pada nyatanya banyak produsen yang
tidak memikirkan mengenai biaya distribusi. Dari permasalahan inilah kita akan
mencoba memberikan solusi penyelesaiannya dengan menggunakan Metode Penugasan. Salah satu metode yang digunakan untuk penugasan adalah
Metode Hungarian. Pada Metode Hungarian, jumlah sumber-sumber yang digunakan
harus ditugaskan hanya untuk satu tugas. Jadi, masalah penugasan akan mencakup
sejumlah n sumber yang mempunyai n tugas, sehingga ada n! kemungkinan.
Berdasarkan hal tersebut, kami
memilih untuk melakukan penelitian yang berhubungan dengan kebutuhan sekunder, yaitu usaha mebel PK. MARGA
JATI yang beralamat di Jalan Perwirasari
no 14-16 Rejomulyo -Madiun. Usaha mebeler ini didirikan oleh Bapak Miskun yang
juga berprofesi sebagai pegawai di Perhutani. Bapak Miskun memilih
usaha mebeler ini bertujuan untuk membuka lapangan kerja
bagi warga sekitar yang masih belum memiliki pekerjaan dan juga mempunyai
keahlian dibidang mebel. sehingga hal tersebut menjadi salah satu latar
belakang berdirinya PK. MARGA
JATI. Bapak Miskun juga berfikir
bahwa usaha mebeler ini
cukup menjanjikan dan ke depannya pasti akan memberikan prospek yang bagus karena konsumennya untuk rumah tangga.
Usaha mebeler
bapak Miskun ini sudah banyak jenisnya, antara lain kursi, almari, buffet,
kusen dan dipan (tempat tidur). Mebel ini didistribusikan ke skala nasional
khususnya daeraha Surabaya dan malang. PK. MARGA
JATI didirikan
oleh
bapak Miskun sejak tahun 1990, dan sekarang usahanya di teruskan oleh anaknya yang bernama Titis Yudi
Kuntarto sampe sekarang. dan sudah dapat membuahkan
keuntungan yang besar. Namun
Titis Yudi Kuntarto
masih ingin mengembangkan usaha yang didirikan bapak Miskun ini. Berdasarkan hal tersebut,
kami ingin melakukan penelitian agar usaha bapak
Titis Yudi Kuntarto ini dapat menghasilkan keuntungan
yang maksimal dengan biaya distribusi
yang minim.
2.
PENGAMATAN
Kegiatan penelitian kami lakukan
pada tanggal 11
Juni 2012. Data yang kami
peroleh berasal dari pengamatan langsung yang berhubungan dengan kegiatan usaha
mebeler PK. MARGA
JATI. Kami juga melakukan wawancara dengan pihak yang
terkait dengan cara mengadakan tanya jawab langsung mengenai permasalahan yang
dibahas guna mempelajari informasi yang dapat menunjang penelitian.
Selain menggunakan data dari objek
penelitian secara langsung, kami juga mengambil data dari sumber-sumber diluar
objek penelitian yaitu melalui literatur yang ada dan relevan dengan pokok
pembahasan dan bahan-bahan yang pernah diterima selama kuliah dengan masalah
yang dibahas. Dengan
cara pengamatan dan wawancara, kami memperoleh data mengenai jenis-jenis mebel
yang diproduksi, bahan-bahan dan
alat-alat apa saja yang digunakan dan kebutuhan barang yang dibutuhkan .
Usaha
mebeler PK. MARGA JATI ini dimulai sejak
September 1990, pemiliknya bernama bapak Titis Yudi Kuntarto yang beralamat di Jalan Perwirasari no 14-16
Rejomulyo -Madiun. Dalam memproduksi mebel, bapak Titis Yudi Kuntarto dari tahun ke tahun mengalami pasang surut,
di tahun-tahun sebelumnya pernah karyawannya berjumlah 8 orang. Dalam dunia berwirausaha sudah
menjadi hal biasa jika mengalami pasang surut, itulah yang dinamakan rintangan
dalam meraih kesuksesan. Tergantung bagaimana kita menanggapinya.
Dari 8 karyawan
tersebut, 1 karyawan ditugaskan/ mendapat bagian memotong kayu, 1 karyawan ditugaskan/ mendapat bagian
memasang merakit / merangkai, dan sisanya ditugaskan finishing dari
beberapa model mebel permintaan
pelanggan. Karyawan-karyawan yang ditugaskan/mendapat bagian merangkai, mereka merangkai semua jenis
model mebel.
Kedelapan karyawan
tersebut adalah:
1. Yakub
2. Jie
3. Pardi
4. Endro
5. Wira
6. Martono
7. Siswanto
8. Daryanto
Macam-macam
model mebel tersebut, diantaranya:
1. Kursi
2. Meja
3. Jendela
4. Kusen
5. Pintu
6. Almari
7. Dipan
8. Bupet
Disini peneliti akan mencoba meneliti pengrajin yang cocok untuk ditugaskan atau dihadapkan satu model
dari beberapa model yang ada sesuai waktu yang tercepat yang dibutuhkan dalam
menyelesaiakn satu model mebel tersebut. Disini masing-masing pengrajin akan mendapat bagiannya sendiri-sendiri sesuai kecepatan
waktu. Metode yang kami gunakan adalah metode penugasan yang sudah dijelaskan
sebelumnya. Metode ini sangat cocok digunakan dalam permasalan ini
3.
LAPORAN
DATA
Pengumpulan data dilakukan bersamaan dengan
pengamatan. Teknik pengumpulan data adalah wawancara dengan mendatangi langsung
ke tempat kerja. Data yang kami peroleh adalah sebagai berikut:
Pemimpin “PK. MARGA JATI”
Nama : Titis Yudi Kuntarto
Alamat : Jln. Perwirasari No.14-16 Madiun
Karena keterbatasan kamampuan kami, peneliti
hanya mengambil 6 pengrajin dari 8 pengrajin dan 6 model mebel dari beberapa
model pakaian yang ada, yaitu sebagai
berikut:
1.
Nama : Yakub
Alamat :
Ponorogo
Pekerjaan :
Swasta
2.
Nama : Jie
Alamat :
Kediri
Pekerjaan :
swasta
3.
Nama : Pardi
Alamat :
Kab. Madiun
Pekerjaan :
Petani
4.
Nama : Endro
Alamat :
Kab. Madiun
Pekerjaan :
Swasta
5.
Nama : Wira
Alamat :
Madiun
Pekerjaan :
-
6.
Nama : Martono
Alamat :
Madiun
Pekerjaan :
-
Enam model pakaian yang kami ambil adalah
sebagai berikut:
1.
Kursi
2.
Meja
3.
Jendela
4.
Kusen
5.
Pintu
6.
Almari
Dari hasil wawancara kami peroleh data
sebagai berikut:
|
|
Kursi
|
Meja
|
Kusen
|
Jendela
|
Almari
|
Pintu
|
|
Yakub
|
1.5
|
2.5
|
7.5
|
3.5
|
5.5
|
3
|
|
Jie
|
1.5
|
2
|
6
|
3
|
4.5
|
2.5
|
|
Pardi
|
1.5
|
3
|
0
|
0
|
0
|
0
|
|
Endro
|
1
|
3
|
8
|
3
|
7
|
3.5
|
|
Wira
|
1.5
|
3
|
0
|
4
|
0
|
3.5
|
|
Martono
|
1
|
2.5
|
8
|
3
|
7
|
2.5
|
4. ANALISIS DATA
Setelah melakukan pengamatan, dan data yang
peneliti butuhkan sudah terkumpul dan cukup membantu penelitian kami, maka
tahap selanjutnya adalah menganalisis dari data yang ada. Disini masalahnya
adalah bagaimana menugaskan keenam karyawan/penjahit untuk menyelesaikan keenam
pekerjaan agar total waktu yang dibutuhkan minimum.
Adapun lengkah-langkah penyelesaian dengan
menggunakan metode penugasan adalah sebagai berikut:
1. Menyusun tabel
2. Malakukan pengurangan baris, dengan cara:
3. Memilih biaya terkecil setiap baris
4. Kurangkan semua biaya dengan biaya terkecil
setiap baris
5. Sehingga menghasilkan reduced cost matrix/
matrik biaya yang telah dikurangi.
Tabel data
|
|
Kursi
|
Meja
|
Kusen
|
Jendela
|
Almari
|
Pintu
|
|
Yakub
|
1.5
|
2.5
|
7.5
|
3.5
|
5.5
|
3
|
|
Jie
|
1.5
|
2
|
6
|
3
|
4.5
|
2.5
|
|
Pardi
|
1.5
|
3
|
0
|
0
|
0
|
0
|
|
Endro
|
1
|
3
|
8
|
3
|
7
|
3.5
|
|
Wira
|
1.5
|
3
|
0
|
4
|
0
|
3.5
|
|
Martono
|
1
|
2.5
|
8
|
3
|
7
|
2.5
|
|
|
Kursi
|
Meja
|
Kusen
|
Jendela
|
Almari
|
Pintu
|
|
Yakub
|
1.5-1.5=0
|
2.5-1.5=1
|
7.5-1.5=6
|
3.5-1.5=2
|
5.5-1.5=4
|
3-1.5=1.5
|
|
Jie
|
1.5-1.5=0
|
2-1.5=0.5
|
6-1.5=4.5
|
3-1.5=1.5
|
4.5-1.5=3
|
2.5-1.5=1
|
|
Pardi
|
1.5-0=1.5
|
3-0=3
|
0
|
0
|
0
|
0
|
|
Endro
|
1-1=0
|
3-1=2
|
8-1=7
|
3-1=2
|
7-1=6
|
3.5-1=2.5
|
|
Wira
|
1.5-0=1.5
|
3-0=3
|
0
|
4-0=4
|
0
|
3.5-0=3.5
|
|
Martono
|
1-1=0
|
2.5-1=1.5
|
8-1=7
|
3-1=2
|
7-1=6
|
2.5-1=1.5
|
Melakukan
pengurangan kolom.
Berdasarkan
hasil tabel langkah 2, pilih biaya terkecil setiap kolom untuk mengurangi
seluruh biaya dalam kolom-kolom tersebut. Pada data diatas hanya dilakukan pada
kolom II karena semua kolom lainnya telah mempunyai elemen yang bernilai nol
(0). Jika langkah kedua telah menghasilkan paling sedikit satu nol pada setiap
kolom, maka langkah ketiga dapat dihilangkan. Berikut matrix total opportunity
cost, dimana setiap baris dan kolom terdapat paling sedikit satu nilai nol.
Tabel total
opportunity cost matrix
|
|
Kursi
|
Meja
|
Kusen
|
Jendela
|
Almari
|
Pintu
|
|
Yakub
|
0
|
1-0.5=0.5
|
6
|
2
|
4
|
1.5
|
|
Jie
|
0
|
0.5-0.5=0
|
4.5
|
1.5
|
3
|
1
|
|
Pardi
|
1.5
|
3-0.5=2.5
|
0
|
0
|
0
|
0
|
|
Endro
|
0
|
2-0.5=1.5
|
7
|
2
|
6
|
2.5
|
|
Wira
|
1.5
|
3-0.5=2.5
|
0
|
4
|
0
|
3.5
|
|
Martono
|
0
|
1.5-0.5=1
|
7
|
2
|
6
|
1.5
|
Membentuk
penugasan optimum
Prosedur
praktis untuk melakukan test optimasi adalah dengan menarik sejumlah meninimum
garis horozontal dan/atau vertikal untuk meliputi seluruh elemen bernilai nol
dalam total opportunity cost matrix.
|
|
|
Meja
|
Kusen
|
Jendela
|
Almari
|
Pintu
|
|
Yakub
|
0
|
0.5
|
6
|
2
|
4
|
1.5
|
|
Jie
|
|
0
|
4.5
|
1.5
|
3
|
1
|
|
Pardi
|
|
2.5
|
0
|
0
|
0
|
0
|
|
Endro
|
0
|
1.5
|
7
|
2
|
6
|
2.5
|
|
Wira
|
|
2.5
|
0
|
4
|
0
|
3.5
|
|
Martono
|
0
|
1
|
7
|
2
|
6
|
1.5
|
Melakukan revisi tabel
Untuk merevisi
total opportunity cost, pilih angka terkecil yang tidak terliput (dilewati)
garis pada data diatas adalah 0,5.
Kurangkan
angka yang tidak dilewati garis dengan angka terkecil yaitu 0,5.
Tambahkan
angka yang terdapat pada persilangan garis dengan angka terkecil(0,5).
Kembali
kelangkah 4 revised matrix:
|
|
Kursi
|
Meja
|
Kusen
|
Jendela
|
Almari
|
Pintu
|
|
Yakub
|
|
0
|
5.5
|
1.5
|
3.5
|
1
|
|
Jie
|
0.5
|
0
|
4
|
1.5
|
2.5
|
1
|
|
Pardi
|
|
2.5
|
0
|
0
|
0
|
0
|
|
Endro
|
0
|
0.5
|
6.5
|
1.5
|
5.5
|
2
|
|
Wira
|
|
2.5
|
0
|
4
|
0
|
3.5
|
|
Martono
|
0
|
0
|
6.5
|
1.5
|
5.5
|
0.5
|
Bila belum
optimal ulangi langkah 4 sampai hasilnya optimal
|
|
Kursi
|
Meja
|
Kusen
|
Jendela
|
Almari
|
Pintu
|
|
Yakub
|
0.5
|
|
5.5
|
1.5
|
3.5
|
1
|
|
Jie
|
0.5
|
0
|
4
|
1
|
2.5
|
0.5
|
|
Pardi
|
|
2.5
|
0
|
0
|
0
|
0
|
|
Endro
|
0
|
0.5
|
6
|
1
|
5
|
1.5
|
|
Wira
|
|
2.5
|
0
|
4
|
0
|
3.5
|
|
Martono
|
|
0
|
6
|
1
|
5
|
0.5
|
|
|
Kursi
|
Meja
|
Kusen
|
Jendela
|
Almari
|
Pintu
|
|
Yakub
|
0
|
0
|
5
|
1
|
3
|
0.5
|
|
Jie
|
0
|
0
|
3.5
|
0.5
|
2
|
0
|
|
Pardi
|
2.5
|
3
|
0
|
0
|
0
|
0
|
|
Endro
|
0
|
0.5
|
5.5
|
0.5
|
4.5
|
1
|
|
Wira
|
2.5
|
3
|
0
|
4
|
0
|
3.5
|
|
Martono
|
0
|
0.5
|
6
|
1
|
5
|
0.5
|
Tidak ada
keberlanjutan analisa
Karena ada
karyawan yang tidak Membuat beberapa
model mebel, ternyata ini menjadi masalah dalam
penganalisisan data. Karena keterbatasan peneliti dalam mengolah/menganalisis
data, maka peneliti putuskan untuk mengambil 4 pengrajin dan 4 model mebel. Peneliti memilih pengrajin yang membuat mebel keempat model
mebel yang dipilih. Datanya adalah sebagai
berikut:
|
|
Kursi
|
Kusen
|
Pintu
|
Almari
|
|
Yakub
|
1.5
|
7.5
|
3
|
5.5
|
|
Jie
|
1.5
|
6
|
2.5
|
4.5
|
|
Endro
|
1
|
8
|
3.5
|
7
|
|
Martono
|
1
|
8
|
2.5
|
7
|
|
|
Kursi
|
Kusen
|
Pintu
|
Almari
|
|
Yakub
|
1.5-1,5=0
|
7.5-1,5=6
|
3-1,5=1,5
|
5.5-1,5=4
|
|
Jie
|
1.5-1,5=0
|
6-1,5=4,5
|
2.5-1,5=1
|
4.5-1,5=3
|
|
Endro
|
1-1=0
|
8-1=7
|
3.5-1=2,5
|
7-1=6
|
|
Martono
|
1-1=0
|
8-1=7
|
2.5-1=1,5
|
7-1=6
|
Melakukan
pengurangan kolom.
Berdasarkan
hasil tabel langkah 2, pilih biaya terkecil setiap kolom untuk mengurangi
seluruh biaya dalam kolom-kolom tersebut. Pada data diatas dilakukan pada kolom
II, kolom III, dan kolom IV karena kolom ini belum mempunyai elemen yang
bernilai nol (0). Jika langkah kedua telah menghasilkan paling sedikit satu nol
pada setiap kolom, maka langkah ketiga dapat dihilangkan. Berikut matrix total
opportunity cost, dimana setiap baris dan kolom terdapat paling sedikit satu
nilai nol.
Tabel total
opportunity cost matrix
|
|
Kursi
|
Kusen
|
Pintu
|
Almari
|
|
Yakub
|
0
|
6-4,5=1,5
|
1,5-1=0,5
|
4-3=1
|
|
Jie
|
0
|
4,5-4,5=0
|
1-1=0
|
3-3=0
|
|
Endro
|
0
|
7-4,5=2,5
|
2,5-1=1,5
|
6-3=3
|
|
Martono
|
0
|
7-4,5=2,5
|
1,5-1=0,5
|
6-3=3
|
Membentuk
penugasan optimum
Prosedur
praktis untuk melakukan test optimasi adalah dengan menarik sejumlah meninimum
garis horozontal dan/atau vertikal untuk meliputi seluruh elemen bernilai nol
dalam total opportunity cost matrix
|
|
Kursi
|
Kusen
|
Pintu
|
Almari
|
|
Yakub
|
|
1.5
|
0.5
|
1
|
|
Jie
|
|
0
|
0
|
0
|
|
Endro
|
0
|
2.5
|
1.5
|
3
|
|
Martono
|
0
|
2.5
|
0.5
|
3
|
Melakukan revisi tabel
Untuk merevisi
total opportunity cost, pilih angka terkecil yang tidak terliput (dilewati)
garis pada data diatas adalah 0,5.
Kurangkan
angka yang tidak dilewati garis dengan angka terkecil yaitu 0,5.
Tambahkan
angka yang terdapat pada persilangan garis dengan angka terkecil(0,5).
|
|
Kursi
|
Kusen
|
Pintu
|
Almari
|
|
Yakub
|
|
1
|
0
|
0,5
|
|
Jie
|
|
0
|
0
|
0
|
|
Endro
|
0
|
2
|
1
|
2,5
|
|
Martono
|
|
2
|
0
|
2,5
|
Kembali ke
langkah 4
Revised
matrix:
|
|
Kursi
|
Kusen
|
Pintu
|
Almari
|
|
Yakub
|
1
|
1
|
|
0.5
|
|
Jie
|
|
0
|
0
|
0
|
|
Endro
|
|
1
|
0
|
1.5
|
|
Martono
|
1
|
2
|
0
|
2.5
|
|
|
Kursi
|
Kusen
|
Pintu
|
Almari
|
|
Yakub
|
0.5
|
0.5
|
0
|
0
|
|
Jie
|
1.5
|
0
|
0.5
|
0
|
|
Endro
|
0
|
1
|
0.5
|
1.5
|
|
Martono
|
0.5
|
1.5
|
0
|
2
|
Berikut tabel
penugasannya dihubungkan dengan Assigment Problem:
|
|
Kursi
|
Kusen
|
Pintu
|
Almari
|
|
Yakub
|
1.5
|
7.5
|
3
|
5.5
|
|
Jie
|
1.5
|
6
|
2.5
|
4.5
|
|
Endro
|
1
|
8
|
3.5
|
7
|
|
Martono
|
1
|
8
|
2.5
|
7
|
|
Penugasan
|
Waktu
|
|
Yakub Kursi
Jie Kusen
Endro Pintu
Martono Almari
|
5,5
6
1
2,5
|
|
|
15
|
5.
KESIMPULAN PENELITIAN
Dari
analisis data diatas, dapat kita lihat bahwa hasil penelitian terhadap PK. MARGA JATI terdapat 4 pengrajin dengan hasil mebel yang terbaik.
Jadi dari penelitian di atas di dapatkan pengrajin mana yang lebih cocok untuk
mengerjakan mebel model tertentu. Hal ini berguna untuk memaksimalkan
pengerjaan untuk menghasilkan keuntungan yang maksimal pula.
.
LAMPIRAN
0 komentar:
Posting Komentar